h1

Biaya Linux

August 10, 2007

 

Gimana yak masalah biaya kalo kita pake linux?Apa memang kalo sifatnya ”gratis” maka biayanya juga pasti lebih murah daripada Windows? Hal itu bisa diidentifikasi dari beberapa pernyataan dan kenyataan yang diungkapkan oleh para pengguna linux sendiri.

Beberapa perusahaan yang telah migrasi ke Linux, mengatakan bahwa perusahaan-perusahan tersebut telah menghemat sebagian biaya dalam jangka pendek, dan akan terus menghemat biaya dalam jangka panjang. Bahkan ada pula sebuah rumah sakit yang memperkirakan penghematan mencapai lebih dari 50 persen akibat memilih pemakaian Linux dan software open source lainnya daripada memilih sistem operasi dan aplikasi yang berbasis software bukan open source atau proprietary. Dari situ terbukti bahwa pemakaian linux yang gratis lebih murah daripada biaya pembelian lisensi. Sekadar untuk gambaran, dapat dihitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk semua lisensi software proprietary yang sebenarnya dapat digantikan dengan seluruh isi DVD SUSE 10.1.

Sebenarnya biaya penggunaan linux cukup susah untuk diukur. Seperti biaya support, training, dan sebagainya. Untuk harga linux komersial harga satu copy distribusi beserta manual dan supportnya bisa sekitar beberapa ribu dollar US, belum termasuk training,pengembangan lebih lanjut, integrasi, dan biaya lain-lain.

Biaya Akusisi

Komponen biaya ini mencakup keselurahan biaya pada kegiatan-kegiatan :

  1. Mencari teknologi
  2. Mengevaluasi teknologi
  3. Membeli penggunaan teknologi
  4. Implementasi tahap awal

 

Biaya Dukungan / Support

Komponen biaya ini mencakup keselurahan biaya pada kegiatan-kegiatan :

  1. Dukungan pada user
  2. Dukungan pada sistem yang digunakan

Yang paling sering menjadi keberatan para pelaku bisnis dalam pemanfaatan Linux adalah investasi yang harus dikeluarkan untuk pelatihan. Dalam argumentasinya mereka berpendapat bahwa walau investasi perangkat keras dan lunak begitu rendah, tetapi investasi pelatihan menjadi lebih tinggi. Ini ada benar dan ada salahnya. Sepintas lalu penggunaan Linux akan meminta biaya investasi pelatihan yang cukup tinggi. Tetapi hal itu akan terbayar dengan dasar pengetahuan yang mereka dapatkan tidak hanya sekedar sebagai pengguna, tapi akan berkembang sebagai penyedia kebutuhan Teknologi Informasi intern perusahaan.

Biaya Perawatan
Dalam menghitung biaya perawatan, sebaiknya bukan saja bergantung pada seberapa mudah awal pengoperasian tugas perawatan tetapi juga termasuk seberapa sering perangkat tersebut tak bekerja (down). Sebab setiap kerusakan akan memakan biaya perawatan, baik tenaga maupun waktu. Sehingga harus dipertimbangkan bukan hanya waktu awal untuk mempelajari, tetapi waktu keseluruhan, dari mempelajari menggunakan dan merawat. Selain itu, dengan menggunakan Linux, biaya pembelian dan perawatan perangkat keras dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Alasannya antara lain adalah (1) sampai saat ini (12 tahun sejak kelahiran Linux) belum pernah ada komputer Linux yang terserang virus (2) komputer yang menggunakan Linux jarang sekali mengalami gangguan walaupun dinyalakan/digunakan non-stop berhari-hari bahkan berbulan-bulan. (3) Berbeda dengan Windows, Linux tidak membutuhkan komputer yang hebat agar dapat berjalan dengan baik.

Biaya Masa Depan

Biaya linux tidak hanya dipikirkan untuk jangka waktu pendek saja, biaya masa depan merupakan biaya yang harus kita perhatikan juga. Biaya tersebut bisa kita atasi dengan cara memilih aplikasi alternatif yang bisa digunakan, sebagaimana kita tahu bahwa di dunia open source kita memiliki banyak pilihan.

Kesimpulan
Dari apa yang dipaparkan di atas, tampak dapat disimpulkan bahwa keberadaan Linux dengan segala kelebihan dan kekurangannya menyebabkan tidak ada alasan bagi kita untuk menggunakan software apapun secara ilegal. Kesulitan yang mungkin terjadi jika kita beralih dari Windows ke Linux hanya masalah biaya migrasi, pelatihan, dan kebiasaan saja.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia Linux sangat cocok untuk digunakan karena sifatnya yang terbuka dan gratis membuat kita bisa banyak belajar, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan bergabung dengan komunitas teknologi dunia. Tidak hanya menjadi bangsa yang konsumtif non- produktif.

equal biaya linux dan windows

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: