h1

KDE vs GNOME

August 10, 2007

 

Diantara desktop environment yang ada linux yang sering diperdebatkan adalah desktop KDE dan GNOME. Sebagian orang pro KDE, sebagian lagi pro GNOME, sebagian lagi tidak dua-duanya, dan sebagian lagi anti linux . Sebenarnya tidak ada yang perlu diperdebatkan karena desktop itu adalah masalah selera tapi secara umum user desktop bisa dikelompokkan menjadi pro performance dan pro simple. Misalnya banyak orang sejak dulu berdebat seputar KDE dan GNOME dari banyak hal. Padahal sebenarnya gak ada yang perlu diperdebatkan karena keduanya punya filosofi yang berbeda, jadi ya gak begitu nyambung. Ya itulah dunia open source, begitu banyak yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan maunya kita apa…

KDE

Default lingkungan desktop untuk Kubuntu adalah KDE, sebuah Free Software lingkungan desktop grafis yang tangguh bagi workstation GNU/Linux dan Unix. Yang mengombinasikan kemudahan penggunaan, fungsionalitas dan desain grafis terkemuka ditambah lagi dengan keunggulan teknologi dari sistem operasi Unix. KDE adalah salah satu dari dua lingkungan desktop grafis utama bagi pengguna GNU/Linux. KDE menyajikan aturan-aturan yang mudah untuk digunakan, tetapi tangguh, aplikasi-aplikasi dengan antarmuka grafis untuk semua pengguna disegala usia baik dalam lingkungan rumahan maupun kerja.

KDE dapat dibuat mirip dengan Mac, atau dibuat mirip dengan GNOME. Beberapa distribusi GNU/Linux membuat KDE tampil seperti Windows, sehingga KDE desktop manager ini sering dijadikan sebuah referensi pilihan oleh mantan pengguna Windows yang kemudian beralih ke Linux.

GNOME

GNOME merupakan singkatan dari GNU Network Object Model Environment. Istilah tersebut menggambarkan suatu proyek besar, tidak hanya desktop environment itu sendiri.

Dilain pihak, Gnome sepertinya didesain untuk meniru sebagian interface Apple Macintosh (Mac). Karena itu tidak heran kalau sebagian besar pengguna desktop manager Gnome adalah mantan pengguna Mac. Secara umum interface Gnome kelihatan lebih ‘bersih’ dan rapi ketimbang KDE. Hanya saja, fasilitas kustomasinya lebih terbatas. Di kalangan pengguna Linux di Indonesia (dan di Amerika sendiri), Gnome cenderung kurang populer. Ini bisa jadi karena kebanyakan pengguna PC di sini lebih familiar dengan Windows. Lain halnya dengan di daratan Eropa. Disini Gnome banyak dipilih oleh para pengguna Linux, karena Mac disana termasuk platform yang cukup populer.

 

kde vs gnome

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: